Image Preview
news & events
  • Akhirnya Usaha KUHI Membuahkan Hasil, Culan Kasim Dipulangkan dengan Pesawat Khusus

    By admin on 02-May-2016

    Jeddah--Sesuai dengan jadwal yang diperoleh Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) KJRI Jeddah, Culan Kasim binti Kasim (55 ) nomor paspor A 1568658 diterbangkan dengan fasilitas Medevac (Aeromedical Evacuation) pesawat khusus pada hari ini, Sabtu (30/04/2016) pukul 19:00 waktu dari bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah dan direncanakan tiba di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Minggu (01/05/2016) pukul 12:00 WIB. Jadwal ini sesuai dengan Flight Itinerary bertanggal 30 April 2016 diterima oleh KUHI, Kamis lalu (28/04/2016). Penerbangan dipimpin Kapten Althunvan, Thunevan dan nomer permintaan pelayanan 12313.

    Pemberangkatan Culan yang merupakan salah satu korban peristiwa Mina yang dirawat selama tujuh bulan di  Rumah Sakit Garda Nasional Kerajaan Saudi Arabia diantar oleh segenap jajaran pejabat Perwakilan Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan KUHI yang selama ini telah mengkomunikasikan kepada berbagai pihak Kerajaan Saudi Arabia sehingga proses pemulangan Culan dapat diwujudkan.

    Pemulangan Culan merupakan bentuk pemulangan istimewa sebab proses yang dilakukan hanya memakan waktu lebih kurang lima minggu saja dan kali pertama dalam sejarah perhajian Indonesia. Maklum biaya pemulangan Jemaah sakit dengan ventilator tidak murah dan ditaksir menelan biaya di atas  2 milyar rupiah.

    Usaha pemulangan jemaah sakit yang memerlukan fasilitas berulang kali diusahakan oleh KUHI namun hal itu tidak dapat dilakukan mengingat tidak ada maskapai regular yang siap dengan ventilator. Hanya Medevac yang menyediakan hal demikian.

    Keberhasilan berkat jasa seorang manager promosi pelayanan kesehatan rumah sakit Garda Nasional Kerajaan Saudi Arabia Nimat Nur Matasief yang berdarah Indonesia asal desa Lubuk Sakti Ogan Ilir Palembang anak mantan seorang pegawai Kedutaan Besar RI (KBRI) saat masih berada di Jeddah dulu.  Nimat mengusahakan pemulangan Culan dengan cara berkorespondensi dengan para pengambil kebijakan di Kerajaan Saudi Arabia.

    Hal itu terungkap saat Nimat berkesempatan bertemu dengan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Maret 2016 saat Menkes melakukan kunjungan ke RS Garda Nasional melihat kondisi kesehatan Culan.

    Sejak itu, Nimat fokus. Surat atas nama Direktur Eksekutif pelayanan kesehatan di Kementerian Garda Nasional wilayah Barat menegaskan Culan adalah salah satu korban musibah Mina musim haji 2015 yang masih dalam kondisi koma.

    Dirawat di RS Garda Nasional sejak peristiwa tersebut terjadi hingga kini masih menggunakan ventilator sebagai alat bernapas bantuan. Surat tersebut menegaskan bahwa kondisi ini menuntut agar dapat dievakuasi ke Indonesia dengan fasilitas Medevac guna mendapatkan perawatan lanjutan dengan didampingi oleh para keluarganya.

    Surat yang tertujuh kepada Gubernur Makkah Emir Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz ditindaklanjuti dengan surat kepada Yang Mulia Muhammad bin Naif bin Abdul Aziz, Putra Mahkota, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri, sekaligus sebagai pemangku kuasa Komite Tertinggi Haji menyepakati usulan dan merujuk juga kepada surat dari KUHI-KJRI yang diteruskan kepada Kementerian Luar Negeri Pertahanan yang dipegang oleh Deputi Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

    Permohonan ini disetujui oleh Raja Salman bin Abdul Aziz pasca Konferensi OIC di Istanbul baru-baru ini. Surat dari Kantor Sekretariat Kerajaan (Diwan Malaki) perihal persetujuan Kerajaan Saudi Arabia disampaikan kembali kepada Gubernur Mekkah dan Menteri Garda Nasional Pangeran Mut’ib bin Abdullah bin Abdul Aziz.

    Culan merupakan jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan oleh travel haji khusus Maqbulah. Sesuai dengan jadwal seharusnya yang bersangkutan kembali ke Indonesia pada  29 September 2015 dengan EK 801. Karena yang masih dirawat di RS Garda Nasional Jeddah, maka tidak dapat dipulangkan sesuai jadwal. Bahkan yang bersangkutan masih dirawat di Rumah Sakit tersebut hingga sekarang. Sehingga sudah lebih dari tujuh bulan Culan Kasim Binti Kasim dirawat dengan kondisi terakhir stabil dengan bantuan alat pernapasan.

    Langkah pemulangan menggunakan fasilitas Medevac dilakukan mengingat besarnya keinginan pihak keluarga untuk dapat dipulangkannya Culan Kasim Binti Kasim ke Tanah Air dan melihat kondisinya yang stabil dengan bantuan alat pernapasan.

    Anak dan suaminya Culan pada bulan Desember 2015 lalu sempat datang ke Jeddah selama satu bulan melihat kondisi dan meminta agar pemerintah dapat memulangkan yang bersangkutan ke Tanah Air. Saat ini pihak RS Garda Nasional sedang mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk proses pemulangan Culan ke Tanah Air.

    Kementerian Kesehatan telah menyampaikan kesediaan melakukan perawatan lanjutan pasca evakuasi ini kepada Culan di RS Fatmawati. Surat kesediaan ini telah diterima pihak KUHI-KJRI Jeddah Minggu lalu (17/04/2016).

    Hal ini penting diberikan mengingat salah satu syarat utama diperkenankannya evakuasi Culan ke Tanah Air adalah tanggung jawab perawatan lanjutan di Indonesia. Setelah surat ini dialihbahasakan dan diserahkan kepada pihak Kerajaan Saudi Arabia, proses pemulangan Culan bisa ditindaklanjuti hingga diterimanya Flight Itinerary, Kamis lalu (28/04/2016).

    Dalam persiapan juga, KUHI-KJRI Jeddah telah mengajukan pendampingan pasien selama di perjalanan yang juga telah disetujui oleh Kerajaan Saudi Arabia. Pegawai Rumah Sakit Garda Nasional Jeddah Nikmah Nur Hasan Matasif dan Zuheir Thahir Abdurrahim Jawa, Warga Negara Arab Saudi keturunan Indonesia yang selama ini memonitor dan mendorong pemulangan Culan Kasim menjadi petugas pendamping.

    Kementerian Kesehatan siap menjamu kedua pendamping tersebut dan menyediakan tiket kembali ke Saudi Arabia, Sabtu mendatang  (07/05/2016). (rilis/dumyathi)

  • Peminat umroh tinggi meski rupiah melemah

    By admin on 24-Oct-2015

    Jakarta (ANTARA News) - Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dalam beberapa bulan terakhir, tampaknya tak berpengaruh secara signifikan terhadap bisnis travel penyelenggara perjalanan umroh dan haji.

    "Minat masyarakat Indonesia untuk beribadah umroh tetap tinggi," kata Andika Surachman, Direktur Utama First Travel di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu seusai acara Manasik Umroh 2016 & Dzikir Akbar First Travel.

     
    http://www.antaranews.com/berita/525410/peminat-umroh-tinggi-meski-rupiah-melemah

  • Peminat Umroh Tetap Tinggi, Meski Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Melemah

    By admin on 24-Oct-2015

    BERITA JAKARTA – Meski nilai tukar Rupiah terhadap  Dolar AS melemah dalam beberapa bulan terakhir ini, rupanya tak berpengaruh secara signifikan terhadap bisnis travel penyelenggara perjalanan umroh dan haji. Minat masyarakat Indonesia untuk beribadah umroh tetap tinggi.  Demikian dikatakan Andika Surachman, Direktur Utama First Travel di Masjid Istiqlal, usai Acara Manasik Umroh 2016 & Dzikir Akbar First Travel, Senin (26/10/2015)

    http://www.beritaekspres.com/2015/10/26/peminat-umroh-tetap-tinggi-meski-nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar-as-melemah/

  • Masjid Istiqlal dibanjiri Jemaah Dzikir Akbar

    By admin on 24-Oct-2015

    Masjid Istiqlal dipenuhi 40 ribuan jemaah yang berpakaian putih-putih. Puluhan ribu jemaah itu mengikuti manasik umroh dan dzikir akbar

    Dream - Sabtu, 24 Oktober 2015, Masjid Istiqlal dipenuhi 40 ribuan jemaah yang berpakaian putih-putih. Puluhan ribu jemaah itu mengikuti manasik umroh dan dzikir akbar yang diselenggarakan biro perjalanan First Travel. 

    http://www.dream.co.id/news/masjid-istiqlal-dibanjiri-jemaah-dzikir-akbar-151024v.html

  • Awas, Kawasan Gambir Dan Istiqlal Macet Total

    By admin on 24-Oct-2015

    Bisnis.com, JAKARTA -- Ruas jalan di sekitar Stasiun Gambir, Lapangan Banteng, serta Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat macet total pada Sabtu (24/10/2015) siang ini.

    Kemacetan ini disebabkan adanya Manasik dan Dzikir Akbar yang digelar oleh First Travel di Masjid Istiqlal siang ini. Banyaknya peserta yang terlibat serta kendaraan yang terparkir liar menyebabkan kemacetan panjang.

    http://kabar24.bisnis.com/read/20151024/15/485606/awas-kawasan-gambir-dan-istiqlal-macet-total