Image Preview
news & events

Image Preview

First Travel Sikapi Rencana Visa Berbayar

By admin on 06-Nov-2016

Jakarta – Pemerintah Arab Saudi diketahui telah merilis rencana untuk memberlakukan pengenaan biaya terhadap visa haji dan umrah.

Direktur First Travel, Andika Surachman, mengatakan, sebuah regulasi dibuat untuk ketertiban dengan tujuan kesejahteraan, kenyamanan, keadilan, dan sejenisnya.

“Itu prinsip dasar mengapa regulasi dibuat,” kata Andika, disela press confrence Manasik Umrah dan Dzikir Akbar First Travel, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (6/11).

Menurut Andika, kebijakan itu diharapkan tidak revolusioner. “Harapan kami, kebijakan visa berbayar rencana akan diterapkan tidak revolusioner, namun bertahap agar para penyelenggara juga dapat mengikuti. Seperti bermain musik, penyanyi akan lebih mudah mengikuti irama yang dimainkan,” kata dia.

Visa Diurus Melalui Asosiasi

Bukan hanya visa berbayar yang menjadi kejutan oleh para penyelenggara umrah dan haji khusus. Pengurusan visa umrah melalui asosiasi juga mendapat perhatian dari beberapa kalangan, seperti ormas Islam, KPPU, juga DPR RI. Bahkan DPR tidak mendukung hal ini karena akan menambah birokrasi pengurusan visa.

“Jika rencana itu berjalan dan disetujui oleh pemerintah melalui sebuah regulasi dalam hal ini Kementerian Agama sebagai orang tua kami, tentu kami sebagai anaknya tentu akan mematuhinya,” kata Andika.

Terkait visa berbayar dan visa diurus melalui asosiasi, lanjut dia, pihaknya akan menunggu keputusan dari Kementerian Agama.

“Tentu keputusan yang akan diambil nantinya akan bijak, santun dan bermartabat untuk kami para penyelenggara haji dan penyelenggara umrah, kita tunggulah bagaimananya,” kata Andika.

Dalam penginformasian rencana kebijakan visa berbayar, Andika merancang pemberitahuan kepada seluruh calon jamaah umrah.

“Peningkatan pelayanan jadi tujuan, itu sudah menjadi platform kami dalam memberikan pelayanan. Saya berjanji akan terus untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan layanan paket umrah promo travel kami. Paket untuk memberikan kesempatan seluasnya bagi umat yang berpenghasilan minim atau di bawah rata-rata dan sangat berniat ingin menunaikan ibadah umrah dengan harga yang terjangkau,” kata Andika.

Andika sangat yakin kekuatan managemen yang dia bangun dan sudah punya standar ISO serta dukungan dan doa seluruh calon jemaah umrah akan menjadi tonggak kuat untuk menopang janji itu.

“Kami yakin umat Islam memilih kami sebagai pilihan terbaik sebagai media untuk perjalanan penyelenggaraan umrah,” tambahnya.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com
http://mediakita.co.id/first-travel-sikapi-rencana-visa-berbayar/